Rabu, 26 Desember 2012

Gagal Ginjal

Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Cabang dari kedokteran yang mempelajari ginjal dan penyakitnya disebut nefrologi.

Gagal ginjal kronis (bahasa Inggris: chronic kidney disease, CKD) adalah proses kerusakan pada ginjal dengan rentang waktu lebih dari 3 bulan. CKD dapat menimbulkan simtoma berupa laju filtrasi glomerular di bawah 60 mL/men/1.73 m2, atau di atas nilai tersebut namun disertai dengan kelainan sedimen urin. Adanya batu ginjal juga dapat menjadi indikasi CKD pada penderita kelainan bawaan seperti hiperoksaluria dan sistinuria.

gagal ginjal
  •  Ciri-ciri Penyakit Gagal Ginjal
 Penyakit gagal ini merupakan salah satu penyakit yang ciri-ciri penyakit gagal ginjal ini tidak banyak disadari oleh banyak orang. Karena pada dasarnya penyakit gagal ginjal ini merupakan penyakit yang membunuh secara diam-diam (silent disease and silent killer), sehingga tak sedikit orang yang memiliki ciri-ciri penyakit gagal ginjal selalu mengabaikan dan dianggap sebagai penyakit biasa saja.

 Ciri-ciri penyakit gagal ginjal yang paling umum adalah adanya perubahan warna urine dan Anda mengalami sakit atau nyeri pada saat buang air kecil. Memang seringkali ciri-ciri penyakit gagl ginjal ini hampir sama dengan penyakit umum lainnya, sehingga penangan biasanya acap kali terlambat. Adapun ciri-ciri penyakit gagal ginjal adalah sebagai berikut:
  1.  Kepala Pusing dan Sulit berkonsentrasi.
  2.  Rasa gatal yang berlebihan atau disebut dengan kulit ruam. 
  3.  Tubuh Merasa Kedinginan.
  4.  Sesak Nafas.
  5.  Sakit di Sekitar Daerah Pinggang.
 Untuk ciri-ciri penyakit gagal ginjal kronik antara lain : Lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemi. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Sedangkan untuk kelainan hasil pemeriksaan Lab. lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif. Semoga dengan ciri-ciri penyakit gagal ginjal diatas Anda dapat lebih berhati hati dalam menjaga kesehatan. Anda juga perlu mengetahui  penyebab gagal ginjal juga tentunya.

Selasa, 25 Desember 2012

Cara Pengambilan Sampel Makanan

Di  bawah ini adalah contoh cara pengambilan sampel makanan yang dilakukan oleh Kantor Kesehatah Pelabuhan Kelas 1 Tanjung Priok.


Semoga video di atas dapat membantu teman-teman semua dalam cara pengambilan sampel makanan. Blog ini masih memiliki banyak kekurangan, adapun kritik dan saran yang membangun sangat dibutuhkan. Terimakasih

Nyamuk Aedes Aegypti


Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. Selain dengue, A. aegypti juga merupakan pembawa virus demam kuning (yellow fever) dan chikungunya. Penyebaran jenis ini sangat luas, meliputi hampir semua daerah tropis di seluruh dunia. Sebagai pembawa virus dengue, A. aegypti merupakan pembawa utama (primary vector) dan bersama Aedes albopictus menciptakan siklus persebaran dengue di desa dan kota. Mengingat keganasan penyakit demam berdarah, masyarakat harus mampu mengenali dan mengetahui cara-cara mengendalikan jenis ini untuk membantu mengurangi persebaran penyakit demam berdarah.

 
Siklus Hidup Aedes Aegypti

Dalam keadaan kering telur aedes Aegypti dapat bertahan hingga beberapa bulan, tetapi bila tergenang air akan menetas dalam waktu 1-2 hari, menjadi larva (jentik atau uget-uget) sampai dengan hari ke 4, hari ke 5 menjadi kepompong atau pupa, hari ke 6 menetas, hari ke 7 dewasa. Siklus nyamuk Aedes Aegypti mulai dari telur sampai dewasa dibutuhkan waktu 7-9 hari. Umur nyamuk betina rata-rata 8-15 hari dan yang jantan 6 hari lalu mati sendiri. Nyamuk Aedes Aegypti (betina) dapat menularkan Virus Dengue (Virus DBD) setelah menghisap darah seseorang yang terkena DBD. Ludah nyamuk tersebut terinfeksi virus dan akan ditularkan ketika nyamuk tersebut menggigit orang lain.

  

 Telur Aedes
• Diletakkan sedikit diatas permukaan air dan menempel di dinding penampungan air
• Di tempat kering dapat bertahan sampai 6 bulan yang akan langsung menetas bila terkena air (musim hujan)
 http://www.biolib.cz/IMG/GAL/48795.jpg
 Jentik Aedes
• Sering ditemukan ditempat penampungan air yang jernih (bak mandi, ban bekas, sampah plastik, dispenser, dll)
• Usia 6-8 hari lalu menjadi pupa
• Fase paling mudah di intervensi, karena :
– Luas tempat hidup terbatas (bak, ban, dll)
– Mudah ditemukan
– Mudah dibasmi (kuras, dikubur, dikeringkan, abatisasi)
 
 Pupa Ae. Aegypti
• Fase tidak makan.
• Usia 1-2 hari lalu menjadi nyamuk dewasa.
• Indikator bahwa di tempat tersebut sudah lama (lebih dari 1 minggu) tidak dilakukan PSN(Pemberantasan Sarang Nyamuk). PSN harus lebih digiatkan.
http://aps.group.shef.ac.uk/apsrtp/aps-rtp-2010/basit-rasheed/pupa.jpg 

Pengendalian Vektor

Cara yang hingga saat ini masih dianggap paling tepat untuk mengendalikan penyebaran penyakit demam berdarah adalah dengan mengendalikan populasi dan penyebaran vektor.
Program yang sering dikampanyekan di Indonesia adalah 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur.
  • Menguras bak mandi, untuk memastikan tidak adanya larva nyamuk yang berkembang di dalam air dan tidak ada telur yang melekat pada dinding bak mandi.
  • Menutup tempat penampungan air sehingga tidak ada nyamuk yang memiliki akses ke tempat itu untuk bertelur.
  • Mengubur barang bekas sehingga tidak dapat menampung air hujan dan dijadikan tempat nyamuk bertelur.
Beberapa cara alternatif pernah dicoba untuk mengendalikan vektor dengue ini, antara lain mengintroduksi musuh alamiahnya yaitu larva nyamuk Toxorhyncites sp. Predator larva Aedes sp. ini ternyata kurang efektif dalam mengurangi penyebaran virus dengue.
Sebuah penelitian melepas Aedes aegypti yang terinfeksi bakteri lalat buah disebut Wolbachia. Bakteri membuat nyamuk kurang mampu membawa virus demam berdarah sehingga membatasi penularan demam berdarah jika meluas dalam populasi nyamuk. Pada prinsipnya Wolbachia dapat menyebar secepat nyamuk jantan yang terinfeksi menghasilkan keturunan dengan Wolbachia menginfeksi wanita.
Penggunaan insektisida yang berlebihan tidak dianjurkan, karena sifatnya yang tidak spesifik sehingga akan membunuh berbagai jenis serangga lain yang bermanfaat secara ekologis. Penggunaan insektisida juga akhirnya memunculkan masalah resistensi serangga sehingga mempersulit penanganan di kemudian hari.

 
sumber : 
 http://id.wikipedia.org/wiki/Aedes_aegypti
http://doc-alfarisi.blogspot.com/2011/04/profil-nyamuk-aedes-aegepty-betina-ciri.html
http://rt36kampoengcyber.com/details.php?aid=85&catid=&inpage=articles